Cerita Ngakak


SURAT UNTUK GURU

Seorang guru baru saja memperoleh surat dari orangtua murid yang mengatakan, “Andy putra kami adalah seorang anak yang sensitif. Jika anda ingin menghukum anak saya, pukul saja anak yang duduk di sebelahnya. Itu akan menakutinya.”

Spoiler for Cerita 2:
GURU KEBINGUNGAN MENGAJAR MURID-MURIDNYA

Pada suatu haari seorang guru sedang mengajar murid-muridnya. Karena bosan, murid-muridnya pun malah asyik mengobrol dan sibuk dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri. Sang gurupun marah karena dia merasa dicuekin, tak lama kemudian sang guru memulai aksi marah-marahnya.
Guru : “Kalian ini ngobrol saja kerjaannya… Apa kalian tidak ada yang mau mendengarkan pelajaran??”
Murid : “Tidak Buuu..” Murid-murid serentak menjawab (Sang gurupun makin kesal)
Guru : “Dasar kalian murid-murid bodoh… Kenapa kalian bisa masuk sekolah ini??”
Murid : “Karena kami ingin pintar, Bu…”
Guru : “Kalau begitu siapa yang merasa bodoh berdiri… Biarnanti saya ajari..” (Murid-muridpun hening karena tidak ada yang merasa dirinya bodoh, tapi tiba-tiba Edo berdiri)
Guru : “Bagus Edo, kamu merasa diri kamu masih bodoh yah??”
Edo : “Tidak Buu..”
Guru : “Lalu kenapa kamu berdiri??”
Edo : “Saya ttidak tega saja, Bu…”
Guru : “Gak tega kenapa??”
Edo : “Ngeliat ibu berdiri sendirian…”
Guru : “!!!!!????”

Spoiler for Cerita 3:
GURU ANEH

Guru : “Anak-anak, Indonesia terletak di antara dua samudra dan dua …??”
Murid : “Benuaaaa…!”
Guru : “Salah! Yang benar Indonesia terletak di antara dua samudra dan kedua-duanya amatlah dalam…!”
Guru : “Sekarang flora dan fauna. Kalau ikan paus binatang mamalia, buaya binatang reptilia, kambing binatang herbivora, sedangkan macan adalah binatang ….?”
Murid : “Carnivora!!”
Guru : “Kalian ini memang goblok… Macan adalah binatang yang menakutkan…!”
Murid : “???!!!”
Guru : “Sekarang tentang kesehatan. Kemarin si Banu jatuh dari pohon, dia pingsan, tungkainya mengenai batu tajam sehingga keluar …??”
Murid : “Darahh..!”
Guru : “Eeee ee eeee, bener-bener goblok ya kalian! Yang benar dia pingsan, tungkainya mengenai batu tajam sehingga keluarganya kelabakan…!”
Murid : “?????!!!!!”

Spoiler for Cerita 4:
LAWAN KATA

Kelas yang tadinya ribut, kini menjadi sunyi-senyap setelah guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti itu masuk ke dalam ruang kelas. Wajahnya garang seperti hendak menerkam wajah mangsanya.
Murid-murid : “Selamat pagi, Bu guru!!!”
Bu guru : (dengan suara melengking)”Mengapa bilang selamat pagi saja, kalau begitu siang, sore, dan malam kaliam mendoakan saya tidak selamat, ya??”
Murid-murid : “Selamat pagi, siang, sore, dan malam Bu guru….”
Bu guru : “Kenapa panjang sekali?? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu!!
Murid-murid : “*^%)&%$^#&#@??”
Bu guru : “Katakan saja selamat sejahtera, kan lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan itu meliputi semua masa dan keadaan.”
Murid-murid : “Selamat sejahtera Bu guru!!”
Bu guru : “Sama-sama, duduk!! Dengar baik-baik!! Hari ini, saya mau menguji kalian semua tentang lawan kata atau antonim kata. Kalau saya sebutkan perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti??!”
Murid-murid : “Mengerti Bu guru..”
Guru : “Pandai!”
Murid-murid : “Bodoh!”
Guru : “Tinggi!”
Murid-murid : “Rendah!”
Guru : “Jauh!”
Murid-murid : “Dekat!”
Guru : “Berjaya!”
Murid-murid : “Menang!”
Guru : “Salah itu!”
Murid-murid : “Benar ini!”
Guru : (GERAM) “Bodoh!”
Murid-murid : “Pandai!”
Guru : “Bukan!”
Murid-murid : “YA!”
Guru : (mulai pusing) “Oh Tuhan!!”
Murid-murid : “Ya hamba!!”
Guru : “Dengar ini…”
Murid-murid : “Jangan dengar itu..”
Guru : “Diam!!”
Murid-murid : “Ribut!!!!”
Guru : “Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!!”
Murid-murid : “Ini adalah jawaban, pandai!!”
Guru : “Mati aku!!”
Murid-murid : “HIDUP kami!!”
Guru : “Saya rotan baru tau rasa!!”
Murid-murid : “Kita akar lama tak tau rasa!!”
Guru : “Malas aku ngajar kalian!”
Murid-murid : “Rajin kami belajar Bu guru….”
Guru : “Kalian gila semua!!”
Murid-murid : “Kami waras sebagian..”
Guru : “Cukup!! Cukup!!”
Murid-murid : “Kurang! Kurang!”
Guru : “Sudah!! Sudah!!”
Murid-murid : “Belum!! Belum!!”
Guru : “Mengapa kalian semua bodoh sekali??”
Murid-murid : “Sebab saya seorang pandai..”
Guru : “Oh!! Melawan ya!!”
Murid-murid : “Ho!! Mengalah tidak??”
Guru : “Kurang ajar!!!”
Murid-murid : “Cukup ajar..”
Guru : “Habis aku..”
Murid-murid : “Kekal kamu!!!”
Guru : (putus asa) “OK. Pelajaran sudah habis!!”
Murid-murid : “KO. Permainan belum mulai!!”
Guru : “Sudah, BODOH!!!”
Murid-murid : “Belum, pandai!!”
Guru : “Berdiri!!”
Murid-murid : “Duduk!!”
Guru : “Bego kalian ini!!”
Murid-murid : “Cerdik kami itu!!”
Guru : “RUSAK!!!”
Murid-murid : “Baik..”
Guru : (STRESS) “Kamu semua ditahan siang hari ini!!”
Murid-murid : “Kami dilepaskan tengah malam itu!!!”
Muka Bu guru merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil buku-bukunya dan keluar ruangan. Murid-murid bangga karena mereka merasa dapat menjawab semua pertanyaan tadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s